Deca dos Santos Ialah Gelandang Jenius yang Terlupakan di Liga Indonesia

56 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Deca dos Santos Ialah Gelandang Jenius yang Terlupakan di Liga Indonesia Pemain sepak bola asing punya nilai tersendiri di pasar Indonesia. Mereka biasanya punya kualitas di atas umumnya dan menjadi energi tarik bagi sebuah tim.

Satu di pada pemain lawas yang sempat berkiprah di tanah Daerah Istimewa Yogyakarta ialah berasal dari Brasil, yakni Jaldecir 'Deca' dos Santos. Ia pernah menjadi sorotan dan idola bagi publik sepak bola DIY.

Deca dos Santos pernah berseragam Mataram Indocement dan IDN Poker Online PSS Sleman. Tak banyak yang membicarakan berkenaan kiprahnya di jagat sepak bola nasional, padahal ia disebut sebagai pemain jenius di atas lapangan.

Selama berkarier di Indonesia, Deca dos Santos berseragam Mataram Indocement Yogyakarta, PSS Sleman, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, sampai Persik Kediri. Ia terhitung pernah masuk di tim pelatih Persibo Bojonegoro.

Deca dos Santos menekuni musim terbaik di PSS Sleman yakni pada 2004 dan 2005. Ia dua kali mempunyai tim Elang Jawa finis di kronologis keempat klasemen akhir Liga Indonesia. Kini, Deca pulang ke kampung halaman di Brasil dan fokus pada pembinaan umur muda.

Bola.com menyajikan ulasan pesona dan sepak terjang Deca dos Santos selama berkarier di Indonesia. Beragam cerita soal Deca dituturkan oleh mantan teman satu timnya, yakni Aris Budi Sulistyo.

Deca dos Santos memulai karier pertamanya di Indonesia berhimpun dengan tim Mataram Indocement Yogyakarta, tim yang di awalnya bernama Perkesa Mataram Sidoarjo.

Pada Liga Indonesia 1995, Deca dos Santos berhasil mempunyai Mataram Indocement melaju jauh sampai babak delapan besar di Makassar. Ia bahu-membahu dengan Inyong Lolombulan dan kawan-kawan. Namun, mereka gagal ke semifinal.

Aris Budi Sulistyo, yang sementara itu menjadi pemain belakang kiri, mengenang kehadiran Deca dos Santos di lini sedang timnya. Menurut Aris, Peran Deca dos Santos sebagai seorang gelandang jangkar dan pembagi bola, memudahkan pemain lain mengembangkan permainan.
"Ditunjang dengan kualitas ketahanan fisiknya yang prima, umpan-umpannya akurat dan piawai mengambil bola mati. Saya ibaratkan permainannya mirip seperti Andrea Pirlo, sebagai deep lying playmaker," ujarnya.

Deca dos Santos masuk dalam daftar legenda PSS Sleman. Ia merupakan satu di pada trio Brasil yang begitu diandalkan PSS dalam dua musim beruntun (2003-2005), dengan Anderson da Silva dan Marcelo Braga.

Jantung permainan lini sedang PSS begitu terkait padanya. Ia mempunyai tim pujaan Slemania di kronologis empat klasemen akhir Liga Indonesia 2004 dan 2005. Saat itu, PSS di bawah asuhan Yudi Suryata dan Daniel Roekito.

Jiwa kepemimpinan terhitung mengalir pada diri Deca. Selain menjadi jenderal lini sedang untuk tim yang dia bela, Deca terhitung menjadi kapten tim.

Aris Budi Sulistyo udah dua kali pernah bekerja mirip dengan Deca dos Santos. Selain menjadi sesama pemain di Mataram Indocement Yogyakarta tahun 1995, keduanya berjumpa lagi di Persik Kediri pada tahun 2008.

Hanya, sementara itu Aris Budi Sulistyo naik pangkat menjadi asisten pelatih mendukung Daniel Roekito. Sementara Deca dos Santos masih menjadi pemain.

Daniel Roekito begitu jelas dapat kualitas Deca, sebab di awalnya pernah bekerja mirip di PSS Sleman pada musim 2005. Hal itulah yang membawa dampak Persik Kediri menjadi tempat singgah sang pemain asal negeri Samba tersebut.

Tags: #Deca dos Santos #Liga Indonesia

Leave a reply "Deca dos Santos Ialah Gelandang Jenius yang Terlupakan di Liga Indonesia"

Author: 
    author