Mengungkap Tabir Gelap Kasus Pencoretan Zaenal Arif

101 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Mengungkap Tabir Gelap Kasus Pencoretan Zaenal Arif - Sejak pertama kali Piala Asia digelar pada 1956, Timnas Indonesia tercatat baru empat kali turut ambil bagian. Satu di antaranya sebagai tuan tempat tinggal dengan Piala Asia 2007 dengan Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Banyak cerita di ajang bergengsi yang dihelat di negara kita.

Edisi 2007 jadi peristiwa terakhir Timnas Indonesia berkiprah di Piala Asia, setidaknya hingga waktu ini. 11 tahun pada mulanya jadi peristiwa untuk pertama kalinya Tim Garuda lolos dalam kejuaraan itu, yakni Piala Asia 1996 di Uni Emirat Arab.

Setelah tiga kali beruntun tampil di Piala Asia, Agen Slots Online Indonesia memperoleh keyakinan untuk jadi tuan tempat tinggal kejuaraan AFC tersebut. Bersama Malaysia, Vietnam, dan Thailand, Indonesia menggelar Piala AFC 2007.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Asia digelar dengan empat negara tuan rumah, di mana itu juga untuk pertama kalinya dalam peristiwa lebih berasal dari dua negara join jadi tuan tempat tinggal dalam sebuah kejuaraan yang digelar oleh konfederasi besar hingga selanjutnya UEFA dapat melakukannya di Piala Eropa 2020.

Dalam turnamen kali ini juga, untuk pertama kalinya AFC menggelar turnamen berikut di tahun ganjil, di mana pada mulanya AFC selamanya menggelarnya di tahun genap, mulai berasal dari 1956 hingga 2004. Australia juga untuk pertama kalinya ikuti kejuaraan yang digelar AFC di Piala Asia 2007.

Empat tim tuan tempat tinggal terpisah dalam setiap grup, di mana Timnas Indonesia tergabung dalam Grup D dengan Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan.

Sebagai tim tuan rumah, Timnas Indonesia buat persiapan turnamen ini dengan benar-benar baik. Jelang turnamen digelar, atribut perlindungan untuk Tim Merah-Putih terpampang di jalan-jalan ibu kota.

Penampakan Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, dan Elie IDN Poker Online Aiboy ada dengan tagline "Ini Kandang Kita". Ketiga pemain berikut masing-masing diasumsikan layaknya tokoh pewayangan.

Ponaryo di lini sedang laksana Krisna, Bambang Pamungkas sebagai ujung tombak diasumsikan sebagai Arjuna. Sementara Elie Aiboy yang punyai stamina kuat diekspresikan sebagai Gatot Kaca.

Publik sepak bola Tanah Air bereuforia lihat langsung aksi anak-asuh Ivan Kolev.

Semangat berikut ternyata tidak tidak benar-benar dapat menyebabkan Stadion Utama Gelora Bung Karno penuh di pertandingan pertama yang digelar pada 10 Juli 2007. Dari catatan yang ada di AFC, kurang lebih 60 ribu penonton yang ada di Senayan. Padahal dalam laga itu, Tim Garuda mencapai kesuksesan.

Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas membawa Indonesia menang 2-1 atas Bahrain di laga pertama. Kemenangan ini jadi sebuah pembalasan yang benar-benar manis pada Bahrain. Pasalnya, ke-2 tim bersua di laga terakhir Grup A Piala Asia 2004 di China, di mana Indonesia takluk 1-3 dalam laga itu.

Kemenangan itu langsung menarik minat besar penduduk untuk mendukung langsung ke SUGBK, di mana dalam dua laga sesudah itu yang dijalani Tim Garuda, SUGBK menampung hingga 88 ribu penonton.

Sayang, Timnas Indonesia kudu mengalami kekalahan dalam dua laga berikutnya. Timnas Indonesia kalah 1-2 berasal dari Arab Saudi di laga kedua. Satu gol Elie Aiboy tidak dapat menyelamatkan Tim Garuda berasal dari kekalahan.

Namun, kekalahan berikut dianggap tidak benar-benar tidak baik sehingga penduduk masih begitu antusias menambahkan perlindungan waktu laga kontra Korea Selatan. Sayang, Tim Garuda kalah tipis 0-1 dalam laga tersebut.

Timnas Indonesia bukan hanya satu tim tuan tempat tinggal yang gagal melangkah ke babak selanjutnya. Malaysia dan Thailand pun juga mengalami perihal yang sama. Hanya Vietnam yang berhasil melangkah ke perempat final dan kandas di tangan Irak yang pada selanjutnya jadi juara Piala Asia 2007.

Tags: #Zaenal Arif

Leave a reply "Mengungkap Tabir Gelap Kasus Pencoretan Zaenal Arif"

Author: 
    author