Pesona Kiper Legendaris PSIS Semarang yang Belum Punya Lawan Hingga Kini

59 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Pesona Kiper Legendaris PSIS Semarang yang Belum Punya Lawan Hingga Kini - I Komang Putra, kiper legendaris PSIS Semarang yang lumayan disegani pada eranya. Pria bertinggi 175 cm sempet punyai pesona sebagai satu satu diantara kiper terbaik yang pernah dilahirkan Indonesia.

Tubuhnya sedikit gempal dan berisi. Sosoknya terhitung tidak begitu tinggi untuk ukuran seorang penjaga gawang, serupa kiper tangguh Juventus di medio akhir 1990an, Angelo Peruzzi. Namun, ketangkasannya di bawah mistar gawang membawa dampak lawan susah mencetak gol.

IKP, begitu sapaan akrabnya, merupakan kiper paling Daftar IDN Poker berhasil yang pernah dimiliki PSIS Semarang. Gelar juara Liga Indonesia pada 1999 dan peluang membela Timnas Indonesia adalah bagian dari keberhasilan pria asal Denpasar, Bali, tersebut.

Status legenda PSIS Semarang pantas disematkan untuknya sebab tercatat udah lebih dari satu dekade berseragam tim Mahesa Jenar. Meski terlihat masuk dari tim lain ke PSIS begitu terhitung sebaliknya, IKP mendapat tempat di hati publik sepak bola Kota Lumpia.

Pria kelahiran 6 Mei 1972 ini sebenarnya mengawali karier profesionalnya di Persija Jakarta pada 1992 silam, atau sementara tetap ikuti kompetisi Perserikatan.

Bakat dan potensi besarnya tercium oleh klub kaya raya punya keluarga Cendana, Arseto Solo, yang memboyongnya pada 1994. Ia pun menjadi kiper utama Arseto hingga klub selanjutnya bubar pada 1998.

Lantas dirinya bersama sejumlah teman setim di Arseto, eksodus ke PSIS Semarang pada 1999. Saat itu ia singgah ke PSIS bersama Agung Setyabudi, Bonggo Pribadi, dan Ali Sunan. Kepindahannya ke PSIS membawa dampak kariernya makin melejit.

Gelar juara Liga Indonesia segera dipersembahkannya bersama menumbangkan Persebaya di partai final. Ia mengaku tak pernah menduga di awalnya PSIS mampu menjadi tim tebaik pada tahun itu.

Mengingat materi pemain yang di atas kertas biasa-biasa saja. Namun, keadaan tim yang kompak diakuinya sebagai kekuatan utama PSIS hingga mampu terlihat sebagai juara.

"Saat aku tetap menjadi pemain, PSIS adalah tim yang amat menekankan kekeluargaan. Manajemen dan pengurus sudi turun ke bawah untuk bersinggungan segera bersama pemain. Tidak tersedia pemain yang diistimewakan atau dianggap bintang, semua sama," terang I Komang Putra kepada Bola.com, Senin (20/4/2020).

Saat tetap menjadi pemain PSIS, posisi I Komang Putra seperti sukar tergantikan. Dua penjaga gawang tangguh lainnya di PSIS, yaitu Agus Murod Alfaridzi dan Basuki Setyabudi lumayan sukar untuk menandinginya, di mana IKP menyebut kompetisi sementara itu terjadi sehat.

"Selain saya, tersedia Agus Murod Alfaridzi dan Basuki yang sama-sama punyai kesempatan. Jadi ya semua sama-sama siap mengawal gawang PSIS dikala mendapat kesempatan," ungkapnya.

"Kemudian aku terlihat masuk di PSIS Semarang. Sempat beberapa kali bergabung bersama tim seperti Persebaya Surabaya, Persema Malang, dan Persela Lamongan. Saya lagi lagi ke PSIS dan pada akhirnya pensiun di Persis Solo sebagai tempat tinggal ke-2 aku tak hanya Bali," tutur IKP.

Tampil apik pada musim pertamanya bersama PSIS Semarang, IKP segera mendapat peluang bermain di Timnas Indonesia. Pelatih Belanda, Henk Wullems, memanggilnya untuk ajang SEA Games 1999 di Brunei Darussalam.

I Komang Putra bahkan segera menjadi starter sejak fase penyisihan grup melawan Kamboja, Malaysia, dan tuan tempat tinggal Brunei. Selain di SEA Games, IKP terhitung pernah dipercaya tampil di ajang Piala Asia 2000 di Lebanon.

Bermain untuk negara menjadi kebanggan tersendiri baginya. Ia sempat tak mengira mampu menembus Timnas Indonesia, mengingat sementara dirinya tetap aktif bermain, banyak kiper bagus dimiliki Indonesia.

"Kaget saja, siapa yang tidak mengidamkan mendapat peluang bermain untuk Timnas Indonesia, dan segera diberikan keyakinan tampil. Padahal udah tersedia nama besar Hendro Kartiko sebagai kiper utama," memahami Komang Putra.

"Kemudian aku turut Piala Asia 2000 dan kualifikasi Pra Piala Dunia 2002, sebelum aku mendapat cedera dan tidak lagi bermain di timnas," imbuh pria berdomisili di kawasan Mutihan, Kota Solo.

Tags: #PSIS Semarang

Leave a reply "Pesona Kiper Legendaris PSIS Semarang yang Belum Punya Lawan Hingga Kini"

Author: 
    author